Hari ini :
You are not log in? >> Please Login

Final Futsal Antar Instansi Berakhir Semarak

Partai final futsal antar instansi dalam rangka HUT ke-7 Kota Palopo berakhir dengan semarak di Lapangan Pancasila Palopo, Jumat sore (17/7). Pertandingan memperebutkan Juara I dan II tersebut menjadi pertandingan yang sangat menarik ditonton.

Keluar sebagai pemenang adalah team dari BRI Palopo setelah berhasil mengalahkan team dari Dinas Kebersihan Palopo dengan skor 2 - 0. Atas kemenangan tersebut, tim dari BRI Palopo berhak memperoleh piala bergilir Walikota Palopo dan uang pembinaan

Kedua tim diperkuat oleh pemain-pemain terbaiknya. Namun terlihat penampilan tim BRI memang menawan. Selain gesit dan penuh dengan skill individu, sehingga wajar kalau timnya berhasil keluar juara I. Disamping itu, kedua tim masing-masing membawa suporter dengan jumlah yang cukup besar sehingga lapangan yang berukuran kecil itu dipenuhi oleh para suporter. Tidak hanya suporter , penonton lainnya juga tidak mau melewatkan pertandingan seru ini.

Dari pantauan FKS Palopo, riuh yel-yel dari kedua tim yang saling bersautan namun suasana pertandingan berjalan aman dan sukses. Tampak terlihat para pemain kedua tim tetap sportif dan bersemangat untuk meraih gelar juara. Harapan panitia nampaknya menjadi kenyataan, sebab even yang baru pertama kali digelar ini terbukti menjadi ajang meraih prestasi dan menjalin silaturahmi. ( AR,Gun)

Read On 1 komentar

Dirjen Bina Kehutanan Prioritaskan Masyarakat Pinggir Hutan

Acara sosialisasi dan desiminasi tentang Pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKM) balai pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Saddan, bertujuan untuk meningkatan taraf hidup masyarakat miskin yang hidup dipinggir hutan atau masyarakat marginal yang nantinya akan di prioritaskan untuk pengembangan kawasan hutan.
Hal tersebut diungkapkan direktur bina kehutanan pusat, Ir. Billy Hindra saat membawakan materi pada pelaksanaan sosialisasi dan desiminasi tentang HKM balai DAS Saddan yang di digelar di Auditorium Saokotae (18/7/09)
Menurut Billy, bahwa ada dua paradigma baru yang saat ini menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan hutan, yakni Resord Base Manajemen (RBM) dan Comunity Base Manajemen (CBM).
RBM kata Billy, adalah bagaimana menjaga habitat hutan serta keaneka ragaman hayati dan jenis jenis kayu yang tumbuh di hutan, sedang CBM adalah bagaimana model dan cara pengembangan dan pembangunan masyarakat yang hidup di pinggiran hutan.(hrs)*
Read On 0 komentar

Menuju Palopo Sehat 2013

Program perwujudan Kota Sehat di Palopo ternyata mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Pasalnya, keterlibatan pemerintah sangat penting dalam rangka perwujudan kota sehat baik dalam fungsi pengusulan regulasi aturan, hingga keterlibatan persoalan pendanaan. Seperti yang terjadi di Palopo, selain membentuk organisasi Forum Kota Sehat sebagai lembaga yang memfasilitasi terwujudnya Kota Sehat, Pemkot Palopo juga mengawal program tersebut dengan sejumlah kebijakan yang sifatnya konstruktif, salah satunya adalah penerbitan Perda tentang Kota Sehat. Berikut petikan wawancara dengan Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng terkait keterlibatan pemerintah dalam mewudjan Kota Sehat.



+Dalam mewujudkan Kota Sehat, apa saja yang dibutuhkan oleh Pemerintah saat ini?



-Yang terpenting dalam mewujudkan Kota Sehat yakni dengan membangun kesadaran dari masyarakat dengan difasilitasi oleh pemerintah. Setelah masyarakat sadar dan berhasil menjaga kebersihan dengan mudahnya kita masuk dalam penerapan pola hidup sehat atau bidang kesehatan. Semuanya juga mudah diterapkan karena ditunjang kekompakan para aparat pemkot, BUMN, BUMD, TNI/Polri dan DPRD Palopo. Mereka sangat membantu dalam mewujudkan Palopo Kota Sehat. Utamanya alokasi anggaran. Artinya semua sektor melaksanakan tugasnya masing-masing. Karena memang ada target yang kita kejar yakni mewujudkan Palopo Kota Sehat 2013, Insya Allah kami akan perjuangkan mendapat tahapan yang lebih tinggi yakni peng-hargaan atau piala untuk Kota Sehat, dan tahun ini kami optimis bisa meraih Penghargaan Swasti Saba Wistara, yakni penghargaan untuk Kota Sehat yang dilaksanakan oleh Departemen Dalam Negeri dengan Departemen Kesehatan.


+Apa landasan yang anda gunakan dalam mewujudkan Kota Sehat?



- Penyelenggaraan kota sehat di Kota Palopo, selain didasarkan atas regulasi berupa peraturan bersama Mendagri dan Menkes RI No. 34 tahun 2005 dan No. 1138/Menkes/PB/2005 tentang penyelenggaraan kota sehat. Serta SK Walikota Palopo No. 961/XI/2006 tentang pembentukan Pembina kota sehat, SK Walikota No. 29/I/2007 tentang Pembentukan Pengurus Forum Kota Sehat, Perda No. 9 tahun 2008 tentang jaminan Kesehatan Masyarakat Kota Palopo (Jamkeskop), serta Perda No. 10 tahun 2008, tentang penyelenggaraan Kota sehat. Tentunya juga diseleraskan dengan fase Kota Sehat.


+Fase Kota Sehat itu seperti apa?

- Dalam pembinaaan tatanan program Kota Sehat dikonsentrasikan pada tiga fase. Fase pertama dalam kurun 2005-2007 dititikberatkan pada kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan industridan perkantoran sehat, serta kehidupan social yang sehat. Fase kedua, dalam kurun 2007-2009 mencakup ketahanan pangan dan gizi, dan kawasan sarana lalu lintas tertib. Sementara untuk fase selanjutnya yakni 2009 hingga 2011 mencakup kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat serta kawasan pariwisata sehat.


+Apa dukungan Pemkot Palopo terhadap program Kota Sehat?Ada jenis dukungan yang harus dilakukan yakni dukungan politik, dukungan pendanaan dan dukungan sumber daya, baik sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia. Selain itu ada empat indikator utama pembangunan kesehatan di Kota Palopo yakni angka kematian ibu, angka kematian bayi, status gizi masyarakat dan usia harapan hidup masyarakat kota Palopo, yang semakin memperlihatkan tren yang semakin membaik. Makanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Mengenai IPM itu, Kota Palopo berada di posisi berapa?Berbicara tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kota Palopo pantas berbangga. Dimana Kota Palopo menempati urutan ketiga dari 23 kabupaten/kota se-Sulsel dan urutan ke 51 dari 465 kabupaten/kota se-Indonesia. (**)
Read On 0 komentar

Palopo Siap Raih Swasti Saba Wistara


Penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang pernah diraih oleh Kota Palopo tahun 2008 dibidang Kota Sehat akan dipertahankan tahun ini. Bahkan, Pengurus Forum Kota Sehat bertekad untuk tahun ini menargetkan akan meraih tingkat yang lebih tinggi lagi yakni penghargaan Swasti Saba Wistara. Keberhasilan ditahun 2008 lalu dalam meraih penghargaan kota Sehat tersebut diraih menyusul berhasilnya Kota Palopo melaksanakan empat tatanan yang dipersyarakan.

Keempat tatanan tersebut yakni Tatanan Pemukiman, Sarana & Prasarana Umum Sehat, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Kehidupan Masyarakat Sehat yg Mandiri, Kehidupan Sosial yg Sehat. Untuk tahun ini, akan ditambahkan lagi dua tatanan yakni Tatanan Sarana Lalu Lintas Tertib & Pelayanan Transportasi, dan Tatanan Pariwisata Sehat.

Ketua Umum Forum Kota Sehat Kota Palopo Drs H Baharuddin Jamil mengatakan dipilihnya dua tatanan tambahan tersebut mengingat prestasi yang diraih Kota Palopo dalam dua bidang tersebut. Dia merincikan, untuk tatanan Sarana lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi, sudah dibuktikan kwalitasnya dengan diraihnya Plakat Wahana Tata Nugraha dibidang trasportasi selama dua tahun berturut-turut. Sedangkan untuk Pariwisata Sehat, pihaknya menilai potensi pariwisata yang ada di Palopo tidak kalah hebat dengan daerah lainnya, terutama untuk wisata budaya. Dia menilai, keberhasilan di tahun 2008 tersebut merupakan hasil kerjasama yang cukup harmonis antara stake holder yakni masyarakat dengan Pemerintah Kota Palopo dalam mewujudkan Palopo Kota Sehat.

Sementara itu, Walikota Palopo HPA Tenriadjeng mengaku optimis bisa meraih penghargaan tersebut untuk tahun ini. Menurutnya, Kota Palopo dalam satu tahun terakhir selalu dijadikan daerah tujuan studi banding untuk bidang Kota Sehat dari sejumlah daerah yang ada di Indonesia. “Kwalitas Kota Palopo sudah terbukti secara nasional, menyusul dijadikannya Kota Palopo sebagai daerah tujuan studi banding dari beberapa daerah di Indonesia,” ujarnya. (red)
Read On 0 komentar

Followers

 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2008